Get Gifs at CodemySpace.com

Mengenai Saya

ADD MY YAHOO MESSENGER :trymefirwanrachman@ymail.com

Jumat, 30 Desember 2011

KONI Awasi Ketat Pelatihan Atlet PO Bali

Denpasar (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali melakukan pengawasan secara ketat terhadap latihan atlet yang tergabung dalam program Palda Bali Emas yang dipersiapkan maju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012. 
\"Kami akan melakukan pengawasan ketat kepada pelatih maupun atlet dari berbagai cabang olahraga yang menjadi binaanya selama persiapan menuju PON 2012," kata Ketua Umum KONI Bali, Drs Made Nariana, di Denpasar Sabtu. 
    Semua atlet yang telah lolos babak kualifikasi bisa bertanding di PON 2012, asalkan yang bersangkutan mau mengikuti pelatihan secara disiplin, tekun terus menerus sehingga mencapai sasaran menjadi juara. 
    "KONI Bali mengusulkan kepada pemerintah Provinsi Bali agar semua atlet berprestasi yang lolos lewat babak kualifiasi PON bisa dikirim ke pertandingan akbar nasional empat tahunan di Riau," kata Nariana lagi. 
    Nariana mengatakan, atlet berbagai cabang olahraga yang digembleng lewat latihan keras selama ini dan mampu menunjukkan prestasi sehingga lolos dari babak kualifikasi, memang sudah seharusnya berlaga ke PON. 
    Namun bagi atlet yang diketahui ogah-ogahan dalam latihan dan tidak ada kemajuan dalam waktu tertentu dan sesuai hasil tes hasilnya menurun baik secara fisik maupun mental bisa saja dicoret dari kontingen PON Bali. 
    Berapa jumlah secara pasti atlet Bali yang berlaga ke PON 2012 belum diketahui pasti, karena sebagian atlet dari sejumlah cabang olahraga masih berjuang lewat babak kualifikasi yang sedang berlangsung seperti silat. 
    "Kalau semua cabang olahraga melakukan kejuaraan yang dikaitkan Pra PON berakhir, baru bisa diketahui berapa banyak jumlah atlet dan cabang olahraga yang berhak berlaga ke PON seperti yang diidam-idamkan semua atlet," kata dia. 
    Atlet unggulan yang pernah meraih medali pada PON sebelumnya dan kini dibina melalui program Palda Bali Emas yang dimulai sejak 2010, dan atlet lainnya yang diperkirakan bisa menyabet medali di arena PON, pasti dikirim ke Riau. 
    Nariana mengatakan, atlet yang telah berjuang keras meningkatkan prestasi dan lolos PON tidak perlu khawatir pasti dikirim ke PON Riau, kecuali memang pemerintah Provinsi Bali terbatas menyediakan dananya. 
    Pengurus KONI dan Pengprov menyadari, mereka yang dipersiapkan untuk berlaga pada PON, tidak semuanya harus mampu menyabet medali, tetapi ada sebagai pembinaan, sehingga diberikan peluang untuk mendapatkan pengalaman tanding. 
    Para pelatih akan mengetahui pasti atlet yang dibina melalui program berkelanjutan perlu lebih banyak punya pengalaman bertanding sehingga pada saat mencapai puncak prestasinya bisa menyabet emas, kata Nariana. 

            KONTEN TERKAIT                  

     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar